Pada kesempatan kali ini, saya akan membagikan hasil diskusi kelompok mata kuliah Fisika Terapan kami yang beranggotakan
1. Kevien Benaya Antonius (1901421003)
2. Sulthan Verza Rafi (1901421029);
yang membahas tentang Macam-macam alat berat yang digunakan dalam pekerjaan konstruksi di dunia teknik sipil.
Tugas ini diberikan kepada kami oleh dosen kami Ibu Tri Wulan Sari, S.Si, S.Pd, M.Si. guna melengkapi keperluan nilai tugas harian.
ALAT BERAT DALAM PEKERJAAN KONSTRUKSI TEKNIK SIPIL
Dalam sebuah pengerjaan konstruksi sipil, penggunaan alat berat merupakan cara
yang dipilih
oleh kontraktor atau pelaksana. Berbagai macam alat berat
yang digunakan dalam sebuah proyek sipil tidak lepas dari penerapan ilmu fisika.
Berikut adalah beberapa contoh alat berat yang digunakan dalam sebuah proyek konstruksi sipil.
1. BulLdozer
Bulldozer
digunakan sebagai alat pendorong tanah lurus ke depan maupun ke samping, tergantung
pada sumbu kendaraannya.
Pada
dasarnya
Bulldozer menggunakan
traktor
sebagai tempat
dudukan penggerak
utama, tetapi
lazimnya traktor
tersebut dilengkapi
dengan sudu sehingga
dapat berfungsi
sebagai
Bulldozer
yang bisa untuk menggusur tanah. Terbagi dua berdasarkan jenis roda, roda kelabang dan roda
karet.
yang bisa untuk menggusur tanah. Terbagi dua berdasarkan jenis roda, roda kelabang dan roda
karet.
Bulldozer
menggunakan prinsip fisika hidrolik artinya jika ingin beroperasi maksimal dilakukan
dengan memperbesar tekanan untuk mendorong objek yang ada di depan bulldozer.
dengan memperbesar tekanan untuk mendorong objek yang ada di depan bulldozer.
2. DRAGLINE EXCAVATOR
Merupakan alat penggali tanah
dan dapat sekaligus memuatkan
pada alat- alat angkut misalnya
truck, traktor penarik gerobak, atau meletakkan tanah ke tempat-tempat penimbunan
yang dekat dengan lokasi galian.
Penggalian dimulai dengan
swing pada keadaan
bucket kosong menuju ke posisi menggali,
pada saat
yang sama drag cable dan hoist cable dikendorkan, sehingga
bucket jatuh tegak lurus ke bawah. sesudah sampai di
tanah maka drag cable ditarik, sementara
hoist cable digerak-gerakkan
agar bucket dapat mengikuti permukaan tebing galian sehingga dalamnya lapisan tanah
yang terkikis dalam satu
pass dapat teratur, dan terkumpul dalam
bucket. Dragline
menggunakan
motor yang
digunakan untuk menggulung tali. Dragline juga bergantung dengan kekuatan
tali
yang menggunakan prinsip tegangan tali3. CLAMSHELL
Dump
Truck berfungsi sebagai alat pengangkut
material dari satu titik ke titik lainnya.
Dump
body biasanya diisi dengan
material hasil pengerukan
oleh alat berat lainnya, seperti
excavator, dredger, dan lain-lain. Bagian
dump body pada dump truck dapat diangkat ke belakang menggunakan hidrolik, untuk menumpahkan
material yang diangkut.
5. WHEEL LOADER/TRACK LOADER
Merupakan alat berat
yang memiliki fungsi
yang sama dengan bulldozer, namun dapat mengangkut muatan lebih banyak.
Terdiri dari 3 bagian utama
yang menggunakan konsep traktor, yaitu kabin, roda sebagai
media penggerak(dengan
torsi mesin), serta bucket
yang dilengkapi hidrolik elektrik untuk mengangkat
material dengan
bucket.
6. COMPACTOR
Digunakan untuk memadatkan tanah atau
material sedemikian hingga tercapai tingkat kepadatan
yang diinginkan.
Digunakan dengan cara melintas di
atas bagian tanah
yang ingin dipadatkan.
Terdiri dari 3 bagian utama, yaitu kabin,
roda,
dan
roller.
Kegiatan memadatkan tanah terjadi karena adanya tekanan
yang diberikan
roller kepada tanah. Tekanan
yang diberikan
roller berasal dari gaya beban
roller yang menekan tanah, maka dari itu semakin besar massa
roller makan semakin besar tekanan
yang terjadi
pada tanah
yang dipadatkan.
7. MIXER TRUCK
Biasa disebut truk
molen, memiliki fungsi untuk membuat
mortar dengan jumlah
yang lebih banyak dari mesin molen kecil.
Bagian
yang digunakan untuk membuat
mortar disebut dengan mixer
yang berada dibagian belakang kabin truk.
Mortar
dibuat dengan cara memasukkan bahan bahan campuran
dan material ke dalam
mixer, kemudian
mixer di putar sesuai kebutuhan.
Mixer
diputar dengan mesin
yang dipengaruhi
oleh torsi/momen
gaya.
8. PNEUMATIC-TIRED ROLLER
Memiliki fungsi
dan konsep
yang sama dengan Compactor. Namun
roller yang digunakan adalah
ban karet bertekanan tinggi,
yang berfungsi untuk menekan permukaan
dan menciptakan konsolidasi tanah sepanjang lintasan
yang dilewati
oleh ban-ban karet tesebut.
Ban-ban
karet tersebut diatur tekanannya berdasarkan tekanan angin
dan zat cair di
dalamnya. Dengan
kata lain, semakin kuat tekanan dalam
ban, semakin besar tekanan
yang terjadi
pada permukaan tanah.
9. STATIC TOWER CRANE
Crane
berfungsi untuk mengangkut
material dalam project
site.
Crane dioperasikan
oleh seorang
operator dari dalam kabin.
1.Trolley
2.Hook
3.Jib
4.Mast(Tiang)
5.Kabin
Operator
6.Counterjib
7.Counterweight
Crane
mengangkat beban
material menggunakan
hook yang ditarik dengan tenaga
motor elektrik, dimana terdapat tegangan tali antara
hook dan troli.
10. CLIMBING CRANE/INTERNAL CRANE
Memiliki fungsi
dan struktur
yang sama dengan Static
Tower Crane.
Climbing
Crane memiliki
jib lebih pendek,
dan memiliki elevator
yang dapat memindahkan
crane ke tingkat
yang diinginkan.
Climbing
Crane biasa digunakan untuk memindahkan
material dari dua pekerjaan konstruksi
yang berdekatan.
11. EXCAVATOR
Excavator digunakan sebagai alat penggali tanah dan dapat juga di gunakan sebagai alat pengangkut material ke dalam truck.
Pada dasarnya, excavator bekerja menggunakan prinsip hidrolik. Tujuan utama
excavator adalah menggerakan
bucket untuk mendorong atau mengeruk sesuatu. Untuk menunjang tujuan itu, tiga buah silinder
(bucket cylinder, arm cylinder, boom cylinder) bekerja secara bergantian untuk menggerakan
bucket.
Alat ini memiliki sumber gaya hidrolik yang menggunakan prinsip hukum pascal.
12. POWER SHOVEL
Berfungsi sebagai
alat untuk penggalian tebing
Pertama, dipper digerakkan untuk menusuk tebing, lalu mengangkat bucket untuk mengisinya.
Setelah terisi, bucket diputar ke arah dump point untuk menjatuhkan material yang diangkut.
Setelah terisi, bucket diputar ke arah dump point untuk menjatuhkan material yang diangkut.
Prinsip kerja shovel sama dengan sekop, namun dengan jumlah angkutan yang jauh lebih banyak.
Dipper digerakkan menggunakan hidrolik yang terpasang pada tiang boom dan pada dipper itu sendiri,
yang menerapkan prinsip hukum paskal.
13. MOTOR SCRAPER
Alat ini digunakan untuk memotong lereng tanggul atau lereng bendungan, menggali tanah
yang terdapat diantara bangunan beton, meratakan jalan raya atau lapangan terbang.
Secara umum, kerja alat scraper terbagi menjadi tiga tahap yakni pengerukan dan pemuatan
material, pengakutan material,
serta
pemongkaran
muatan.
Pada
saat pengerukan ini, bagian
apron scraper terbuka sementara bagian
bowl berfungsi seperti sekop
yang mengeruk permukaan tanah/material
yang dilewatinya.
Hasil pengerukkan ini akan langsung tersimpan di
dalam
bowl.
Setelah bowl penuh, maka
apron akan ditutup
dan dimulailah tahap selanjutnya, yakni pengangkutan.
Pada saat pengakutan ini, bagian
bowl akan diangkat sedikit sehingga tidak terkena permukaan tanah selama
scraper bergerak menuju tempat pembongkaran.
Pada saat pembongkaran, bagian
ejector akan mendorong sisi
material yang ada di
belakang
bowl.
14. MOTOR GRADER
Berfungsi untuk meratakan permukaan, biasanya
grader ini digunakan
pada pemerataan permukaan
pada jalan raya.
Arah gerak dari grader ini adalah maju dan mundur dengan kecepatan yang rendah karena untuk meratakan jalan. Alat ini melakukan pendorongan untuk meratakan permukaan dengan pisau
yang tajam
dan besar.
Sistemnya jika grader maju maka pisau akan turun dan jika mundur maka pisau akan terangkat. Pisau tersebut diletakkan antara hidrolik yang bekerja pada bagian memutar dan mengangkat.
Sistemnya jika grader maju maka pisau akan turun dan jika mundur maka pisau akan terangkat. Pisau tersebut diletakkan antara hidrolik yang bekerja pada bagian memutar dan mengangkat.
15. ASPHALT FINISHER
Alat ini digunakan untuk menghamparkan aspal
yang telah diolah
dan kemudian meratakan lapisannya.
Asphalt hot mix dari
dump truck, dituangkan secara berangsur-angsur ke hopper finisher
yang dapat menampung
volume dari alat pengangkut tersebut.
Pada kondisi jalan yang lebar, posisi paving
dan screw dapat ditambah lebarnya (extention) sampai maksimum sesuai spek alat, demikian
pula ketebalan dari hamparan
asphalt dapat di
sesuaikan.
16. CONCRETE PAVER
Alat berat ini biasanya digunakan untuk pekerjaan beton. Pavers menghampar beton ready mix yang fungsinya seperti
pada pekerjaan
asphalt finisher.
Alat ini menggunakan sistem “slipform” dan digunakan dalam
proses pengecoran jalan raya beton
(“rigid pavement”) secara menerus dengan jaminan kualitas, kemiringan,
dan kerataan sesuai dengan titik
yang ditentukan dengan sangat akurat.
Pertama
menyebarkan
beton
ditempatkan
pada lokasi
di depan
auger, kemudian
auger mengatur
perataan
beton
ke
sisi
tamper bar, dengan
dibantu
vibrator yang terpasang
pada unit alat
tersebut.
Hidrolik
vibrator mengkonsolidasikan
beton,
dan bar tamper mendorong
agregat
besar
di bawah
permukaan.
Selanjutnya
concrete masuk
ke
finishing pan yang kemudian
diatur
leveling
serta
perataannnya
secara
otomatis.
Alat ini menggunakan hidrolik, dan memiliki sistem kerja yang sama dengan hidrolik lain nya.
17. STONE CRUSHER
Seperti Namanya, fungsi dari alat berat ini ialah untuk memecahkan batu.
Bahan atau Batu akan dihancurkan oleh daya yang di produksi dalam mesin penghancur. Bahan akan dilemparkan dengan kecepatan tinggi sehingga semakin lama akan hancur. Sistem berlanjut hingga batu diperkecil sampai ukuran yang diperlukan, lalu mesin dihentikan.
18. MOBILE CRANE
Memiliki fungsi yang sama dengan Static Tower Crane, yaitu untuk mengangkut
material- material yang dibutuhkan.
Alat ini memiliki kelebihan yaitu dapat berpindah, dengan menggunakan roda atau juga menggunakan cara tram motor memutar
track pada sproketnya.
19. CONCRETE BATCHING PLANT
Alat berat ini digunakan untuk mencampur/memproduksi beton dalam produksi yang besar. Batching plant digunakan
agar produksi beton
ready mix tetap dalam kualitas
yang baik, sesuai standar, nilai
slump test dan strength-nya stabil sesuai
yang diharapkan, untuk itu komposisi
material harus terkendali.
20. ASPHALT MIXING PLANT
Berfungsi untuk memproduksi material campuran perekerasan lentur dengan jumlah yang besar dengan mutu dan keseragaman campuran tetap terjamin (homogen). Secara prinsip, alat ini memiliki cara kerja
yang sama dengan alat pembuat aspal sederhana, namun dapat
memproduksi aspal dalam jumlah yang jauh lebih banyak.
Berikut, kami juga akan melampirkan File PowerPoint kami, anda dapat melihatnya disini.
Sekian pembahasan tentang Alat Berat dalam Pekerjaan Konstruksi Sipil, semoga dapat bermanfaat dan dapat digunakan dengan semestinya.
Terima Kasih!
























No comments:
Post a Comment