Monday, October 21, 2019

ALAT BERAT DALAM PEKERJAAN KONSTRUKSI TEKNIK SIPIL

Hai semua! saya Kevien Benaya, mahasiswa tingkat satu jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Jakarta.
Pada kesempatan kali ini, saya akan membagikan hasil diskusi kelompok mata kuliah Fisika Terapan kami yang beranggotakan
1. Kevien Benaya Antonius (1901421003)
2. Sulthan Verza Rafi (1901421029);
yang membahas tentang Macam-macam alat berat yang digunakan dalam pekerjaan konstruksi di dunia teknik sipil.
Tugas ini diberikan kepada kami oleh dosen kami Ibu Tri Wulan Sari, S.Si, S.Pd, M.Si. guna melengkapi keperluan nilai tugas harian.

ALAT BERAT DALAM PEKERJAAN KONSTRUKSI TEKNIK SIPIL


Dalam sebuah pengerjaan konstruksi sipil, penggunaan alat berat merupakan cara yang dipilih oleh kontraktor atau pelaksana. Berbagai macam alat berat yang digunakan dalam sebuah proyek sipil tidak lepas dari penerapan ilmu fisika.

Berikut adalah beberapa contoh alat berat yang digunakan dalam sebuah proyek konstruksi sipil.

1. BulLdozer

Bulldozer digunakan sebagai alat pendorong tanah lurus ke depan maupun ke samping, tergantung pada sumbu kendaraannya.
Pada dasarnya Bulldozer menggunakan traktor sebagai tempat dudukan penggerak utama, tetapi lazimnya traktor tersebut dilengkapi dengan sudu sehingga dapat berfungsi sebagai Bulldozer
yang
bisa untuk menggusur tanah. Terbagi dua berdasarkan jenis roda, roda kelabang dan roda
karet.
Bulldozer menggunakan prinsip fisika hidrolik artinya jika ingin beroperasi maksimal dilakukan
dengan memperbesar tekanan untuk mendorong objek yang ada di depan bulldozer.

2. DRAGLINE EXCAVATOR

Merupakan alat penggali tanah dan dapat sekaligus memuatkan pada alat- alat angkut misalnya truck, traktor penarik gerobak, atau meletakkan tanah ke tempat-tempat penimbunan yang dekat dengan lokasi galian
Penggalian dimulai dengan swing pada keadaan bucket kosong menuju ke posisi menggali, pada saat yang sama drag cable dan hoist cable dikendorkan,  sehingga bucket jatuh tegak lurus ke bawah. sesudah sampai di tanah maka drag cable ditarik, sementara hoist cable digerak-gerakkan agar bucket dapat mengikuti permukaan tebing galian sehingga dalamnya lapisan tanah yang terkikis dalam satu pass dapat teraturdan terkumpul dalam bucket. Dragline menggunakan motor yang
digunakan untuk menggulung tali. Dragline juga bergantung dengan kekuatan tali yang menggunakan prinsip tegangan tali

3. CLAMSHELL

Merupakan bagian bucket dalam mesin excavator. Digunakan untuk menggali dasar sungai yang tidak berpasir, atau memperdalam saluran yang lebar.
Clamshell digerakkan menggunakan hidrolik elektrik.

4. DUMP TRUCK

Dump Truck berfungsi sebagai alat pengangkut material dari satu titik ke titik lainnya.

Dump body biasanya diisi dengan material hasil pengerukan oleh alat berat lainnya, seperti excavator, dredger, dan lain-lain. Bagian dump body pada dump truck dapat diangkat ke belakang menggunakan hidrolik, untuk menumpahkan material yang diangkut.

5. WHEEL LOADER/TRACK LOADER

Merupakan alat berat yang memiliki fungsi yang sama dengan bulldozer, namun dapat mengangkut muatan lebih banyak.
Terdiri dari 3 bagian utama yang menggunakan konsep traktor, yaitu kabin, roda sebagai media penggerak(dengan torsi mesin), serta bucket yang dilengkapi hidrolik elektrik untuk mengangkat material dengan bucket. 

6. COMPACTOR

Digunakan untuk memadatkan tanah atau material sedemikian hingga tercapai tingkat kepadatan yang diinginkan.
Digunakan dengan cara melintas di atas bagian tanah yang ingin dipadatkan.
Terdiri dari 3 bagian utama, yaitu kabin, roda, dan roller.
Kegiatan memadatkan tanah terjadi karena adanya tekanan yang diberikan roller kepada tanah. Tekanan yang diberikan roller berasal dari gaya beban roller yang menekan tanah, maka dari itu semakin besar massa roller makan semakin besar tekanan yang terjadi pada tanah yang dipadatkan.

7. MIXER TRUCK

Biasa disebut truk molen, memiliki fungsi untuk membuat mortar dengan jumlah yang lebih banyak dari mesin molen kecil.
Bagian yang digunakan untuk membuat mortar disebut dengan mixer yang berada dibagian belakang kabin truk.
Mortar dibuat dengan cara memasukkan bahan bahan campuran dan material ke dalam mixer, kemudian mixer di putar sesuai kebutuhan.
Mixer diputar dengan mesin yang dipengaruhi oleh torsi/momen gaya.

8. PNEUMATIC-TIRED ROLLER

Memiliki fungsi dan konsep yang sama dengan Compactor. Namun roller yang digunakan adalah ban karet bertekanan tinggi, yang berfungsi untuk menekan permukaan dan menciptakan konsolidasi tanah sepanjang lintasan yang dilewati oleh ban-ban karet tesebut.
Ban-ban karet tersebut diatur tekanannya berdasarkan tekanan angin dan zat cair di dalamnya. Dengan kata lain, semakin kuat tekanan dalam ban, semakin besar tekanan yang terjadi pada permukaan tanah.

9. STATIC TOWER CRANE

Crane berfungsi untuk mengangkut material dalam project site. Crane dioperasikan oleh seorang operator dari dalam kabin.
1.Trolley
2.Hook
3.Jib
4.Mast(Tiang)
5.Kabin Operator
6.Counterjib
7.Counterweight

Crane mengangkat beban material menggunakan hook yang ditarik dengan tenaga motor elektrik, dimana terdapat tegangan tali antara hook dan troli.


10. CLIMBING CRANE/INTERNAL CRANE

Memiliki fungsi dan struktur yang sama dengan Static Tower Crane.
Climbing Crane memiliki jib lebih pendek, dan memiliki elevator yang dapat memindahkan crane ke tingkat yang diinginkan.
Climbing Crane biasa digunakan untuk memindahkan material dari dua pekerjaan konstruksi yang berdekatan.

11. EXCAVATOR

Excavator digunakan sebagai alat penggali tanah dan dapat juga di gunakan sebagai alat pengangkut material ke dalam truck.
Pada dasarnya, excavator bekerja menggunakan   prinsip hidrolik. Tujuan utama excavator adalah menggerakan bucket untuk mendorong atau mengeruk sesuatu. Untuk menunjang tujuan itu, tiga buah silinder (bucket cylinder, arm cylinder, boom cylinder) bekerja secara bergantian untuk  menggerakan bucket.

Alat ini memiliki sumber gaya hidrolik yang menggunakan prinsip hukum pascal.


12. POWER SHOVEL

Berfungsi sebagai alat untuk penggalian tebing
Pertama, dipper digerakkan untuk menusuk tebing, lalu mengangkat bucket untuk mengisinya.
Setelah terisi, bucket diputar ke arah dump point untuk menjatuhkan material yang diangkut.

Prinsip kerja shovel sama dengan sekop, namun dengan jumlah angkutan yang jauh lebih banyak.
Dipper digerakkan menggunakan hidrolik yang terpasang pada tiang boom dan pada dipper itu sendiri, yang menerapkan prinsip hukum paskal.


13. MOTOR SCRAPER

Alat ini digunakan untuk memotong lereng tanggul atau lereng bendungan, menggali tanah yang terdapat diantara bangunan beton, meratakan jalan raya atau lapangan terbang.
Secara umum, kerja alat scraper terbagi menjadi tiga tahap yakni pengerukan dan pemuatan material, pengakutan material, serta pemongkaran muatan. Pada saat pengerukan ini, bagian apron scraper terbuka sementara bagian bowl berfungsi seperti sekop yang mengeruk permukaan tanah/material yang dilewatinya. Hasil pengerukkan ini akan langsung tersimpan di dalam bowl.
Setelah bowl penuh, maka apron akan ditutup dan dimulailah tahap selanjutnya, yakni pengangkutan. Pada saat pengakutan ini, bagian bowl akan diangkat sedikit sehingga tidak terkena permukaan tanah selama scraper bergerak menuju tempat pembongkaran.
Pada saat pembongkaran, bagian ejector akan mendorong sisi material yang ada di belakang bowl.


14. MOTOR GRADER

Berfungsi  untuk meratakan permukaan, biasanya grader ini digunakan pada pemerataan permukaan pada jalan raya.

Arah gerak dari grader ini adalah maju dan mundur dengan kecepatan yang rendah karena untuk meratakan jalan. Alat ini melakukan pendorongan untuk meratakan permukaan dengan pisau yang tajam dan besar.

Sistemnya jika grader maju maka pisau akan turun dan jika mundur maka pisau akan terangkat. Pisau tersebut diletakkan antara hidrolik yang bekerja pada bagian memutar dan mengangkat.


15. ASPHALT FINISHER

Alat ini digunakan untuk menghamparkan aspal yang telah diolah dan kemudian meratakan lapisannya.
Asphalt hot mix dari dump truck, dituangkan secara berangsur-angsur ke hopper finisher yang dapat menampung volume dari alat pengangkut tersebut.
Pada kondisi jalan yang lebar, posisi paving dan screw dapat ditambah lebarnya (extention) sampai maksimum sesuai spek alat, demikian pula ketebalan dari hamparan asphalt dapat di sesuaikan.


16. CONCRETE PAVER

Alat berat ini biasanya digunakan untuk pekerjaan beton. Pavers menghampar beton ready mix yang fungsinya seperti pada pekerjaan asphalt finisher.
Alat ini menggunakan sistem “slipform” dan digunakan dalam proses pengecoran jalan raya beton (“rigid pavement”) secara menerus dengan jaminan kualitas, kemiringan, dan kerataan sesuai dengan titik yang ditentukan dengan sangat akurat.
 

Pertama menyebarkan beton ditempatkan pada lokasi di depan auger, kemudian auger mengatur perataan beton ke sisi tamper bar, dengan dibantu vibrator yang terpasang pada unit alat tersebut. Hidrolik vibrator mengkonsolidasikan beton, dan bar tamper mendorong agregat besar di bawah permukaan. Selanjutnya concrete masuk ke finishing pan yang kemudian diatur leveling serta perataannnya secara otomatis.
Alat ini menggunakan hidrolik, dan memiliki sistem kerja yang sama dengan hidrolik lain nya.


17. STONE CRUSHER

Seperti Namanya, fungsi dari alat berat ini ialah untuk memecahkan batu.

Bahan atau Batu akan dihancurkan oleh daya yang di produksi dalam mesin penghancur. Bahan akan dilemparkan dengan kecepatan tinggi sehingga semakin lama akan hancur. Sistem berlanjut hingga batu diperkecil sampai ukuran yang diperlukan, lalu mesin dihentikan.


18. MOBILE CRANE

Memiliki fungsi yang sama dengan Static Tower Crane, yaitu untuk mengangkut material- material yang dibutuhkan.


Alat ini memiliki kelebihan yaitu dapat berpindah, dengan menggunakan roda atau juga menggunakan cara tram motor memutar track pada sproketnya.


19. CONCRETE BATCHING PLANT

Alat berat ini digunakan untuk mencampur/memproduksi beton dalam produksi yang besar. Batching plant digunakan agar produksi beton ready mix tetap dalam kualitas yang baik, sesuai standar, nilai slump test dan strength-nya stabil sesuai yang diharapkan, untuk itu komposisi material harus terkendali.



20. ASPHALT MIXING PLANT

Berfungsi untuk memproduksi material campuran perekerasan lentur dengan jumlah yang besar dengan mutu dan keseragaman campuran tetap terjamin (homogen). Secara prinsip, alat ini memiliki cara kerja yang sama dengan alat pembuat aspal sederhana, namun dapat
memproduksi aspal dalam jumlah yang jauh lebih banyak.


Berikut, kami juga akan melampirkan File PowerPoint kami,  anda dapat melihatnya disini.
Sekian pembahasan tentang Alat Berat dalam Pekerjaan Konstruksi Sipil, semoga dapat bermanfaat dan dapat digunakan dengan semestinya.
Terima Kasih!

No comments:

Post a Comment

ALAT BERAT DALAM PEKERJAAN KONSTRUKSI TEKNIK SIPIL

Hai semua! saya Kevien Benaya, mahasiswa tingkat satu jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Jakarta. Pada kesempatan kali ini, saya akan m...